Search your favorite song for free


2. Banjir Pulau Pinang adalah Tuhan tunjukkan ini ketika terbaik tawan P. Pinang kata Ahmad Zahid Hamidi

  • Duration: 149
  • Channel: news
Banjir Pulau Pinang adalah Tuhan tunjukkan ini ketika terbaik tawan P. Pinang kata Ahmad Zahid Hamidi

Banjir adalah Tuhan tunjukkan ini ketika terbaik tawan Pulau Pinang kata TPM Ahmad Zahid Hamidi CC By FMT NEWS Published on Nov 11, 2017 Category: News & Politics


3. Pusing Giant Sea Wall dan Reklamasi 17 Pulau, Ini Kata Ahok

  • Duration: 135
  • Channel: news
Pusing Giant Sea Wall dan Reklamasi 17 Pulau, Ini Kata Ahok

Megaproyek Giant Sea Wall masih menimbulkan kontroversi. Sebagian kalangan pecinta lingkungan menganggap pembangunannya sama seperti reklamasi 17 pulau. Ahok pun membantahnya.


4. Nelayan Teluk Jakarta: Sebenarnya Reklamasi untuk Siapa?

  • Duration: 591
  • Channel: news
Nelayan Teluk Jakarta: Sebenarnya Reklamasi untuk Siapa?

Muhammad Taher, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI)  DKI Jakarta menyatakan, lembaganya bersama Aliansi Korban Reklamasi sudah pernah bertemu dengan gubernur DKI Jakarta. Dari pertemuan tersebut, Taher menangkap komitmen Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menolak reklamasi di Teluk Jakarta. Belakangan, Wapres Jusuf Kalla memberi masukan agar Pemprov DKI tetap meneruskan reklamasi yang sudah terlanjur jalan. Taher menyebut, wajar jika wakil presiden mengeluarkan pernyataan ini. Ibaratnya, wapres menjawab kegalauan pengusaha, kata Taher. Dalam program Sapa Indonesia Pagi, Kamis (2/11), Taher melihat, meski masih anjuran, diteruskannya reklamasi memunculkan lagi pertanyaan. Sebenarnya reklamasi untuk siapa? Apakah untuk masyarakat pesisir, atau untuk investor yang menanti Pulau C dan D jadi untuk dibanguni properti. Pada akhirnya, para nelayan menggantungkan harapan kepada Pemprov DKI agar menepati komitmen politiknya untuk menghentikan reklamasi di Teluk Jakarta.


5. Nelayan Jepang menangkap ikan raksasa

  • Duration: 64
  • Channel: news
Nelayan Jepang menangkap ikan raksasa

NELAYAN JEPANG MENANGKAP IKAN RAKASA Nelayan Jepang Hiroshi Hirasaka menangkap ikan raksasa di perairan Jepang Utara dekat Rusia Timur. bulan lalu Hirasaka berangkat tur Memancing di sekitar Semenanjung Shiretoko, pulau Hokkaido, Dimana wolffish hidup di dasar laut, 50 hingga 100 meter di bawah permukaan air. biasanya Spesies ini tumbuh hingga sepanjang 1.2 meter, tapi monster yang Hirasaka tangkap sepanjang hampir dua meter. Foto ikan besar menjadi terkenal setelah Hirasaka mempostingnya ke Twitter. “Tidak sia-sia melakukan perjalanan ke Shiretoko dua kali dalam waktu tiga bulan, dan makhluk ini benar-benar mengagumkan!”, kata Hirasaka. Beberapa orang melontarkan gagasan bahwa ukuran besar mungkin karena radiasi dari bencana nuklir Fukushima 2011. Jadi apa yang terjadi setelah gambar itu? Hirasaka mengatakan ia memanggang ikan dan memakannya.


6. Korban Tenggelamnya Tongkang Sumber Mas-22 Terjebak di Balik Peti Kemas

  • Duration: 164
  • Channel: news
Korban Tenggelamnya Tongkang Sumber Mas-22 Terjebak di Balik Peti Kemas

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG -- Tim relawan pencarian dua korban tenggelamnya kapal Tongkang Sumber Mas-22, Rabu (16/12/2015) sekitar pukul 10.00 WIB, menemukan satu orang korban. Korban tersebut diketemukan tersangkut di balik peti kemas, yang telah terpisah dari tubuh tongkang tersebut. Jasad korban diketemukan di dasar laut, sekitar lebih kurang 25 meter ke dalam laut. Posisi korban ketika pertama kali terlihat oleh empat relawan penyelam dari organisasi Crona bernama Abdul Salam, Dodi, Bucoi, dan Suhendi (Libanon). Kala itu, jasad korban pada posisi berdiri dan bagian tangan korban tersangkut di sebuah tiang kecil. Ketika ditemukan kondisi tubuh korban sudah membengkang, dan bagian muka jasad tersebut telah rusak. Korban saat itu hanya menggunakan celana dalam berwarna hijau gelap. "Jadi dia (korban) saat itu terjebak di balik peti kemas itu. Tangannya tersangkut di tiang, dan posisi tubuh berdiri," kata Abdul Salam, relawan yang menemukan kepada Posbelitung.com, Rabu (16/12/2015). Letak dari tubuh kapal Tongkang yang memiliki kapasitas Grosstone (GT) 256 itu, telah bergeser dari titik koordinat 03.17.46".S, 107.14.24.E perairan Pulau Sumedang, Kecamatan Membalong. Pergeseran itu diperkirakan sejuah 100 meter dari awal Anak Buah Kapal (ABK) mengambil titik koordinat tersebut. "Kalau jarak korbannya dari tongkang itu, hanya sekitar tiga meter. Kami juga ketika melakukan pencarian, dibantu dengan menggunakan radar. Radar itu kami pinjam dari nelayan," ujarnya. Pencarian terhadap jasad korban tersebut, tim relawan penyelam yang dikoordinir oleh Danpos TNI AL Mendanau Tanjungpandan, Kapten (P) Laut Salam itu, harus menentang nyawa. Pasalnya kondisi kederasan arus bawah laut ketika itu mencapai dua knot. "Itu lah kendala kami, cuma memang lumayan cukup aman dan beresiko untuk penyelaman. Tapi ya itu tadi, kami melakukan ini, karena ada panggilan jiwa dan sebatas ingin membantu," ujarnya. Di dasar laut itu, tim relawan ini melihat langsung kondisi kapal tongkang Sumber Mas-22 ini, sudah porak poranda. Bagian peti kemas dan crane yang semula diyakini menyatu dengan tubuh kapal tongkang itu, telah terpisah. "Tubuh tongkang itu di bagian tengah, crane dan peti kemas itu dibagian sisi depan serta belakang kapal tongkang tersebut," ucap penyelam lainnya, Suhendi (Libanon). (*)


7. Alasan Nelayan Tolak Reklamasi Teluk Jakarta

  • Duration: 231
  • Channel: news
Alasan Nelayan Tolak Reklamasi Teluk Jakarta

Pulau G, berada di Teluk Jakarta disegel ratusan nelayan menolak reklamasi. Salah satu alasan adalah sulitnya mencari ikan di sekitar pesisir laut Muara Angke saat ini.


8. Komunitas Selam dan TNI AL Kibarkan Bendera di Bawah Laut

  • Duration: 82
  • Channel: news
Komunitas Selam dan TNI AL Kibarkan Bendera di Bawah Laut

Puluhan penyelam dari berbagai komunitas penyelam di kabupaten Kutai Timur serta TNI Angkatan Laut Lanal Sangata Kalimantan Timur memperingati HUT RI dengan cara yang berbeda. Komunitas ini menggelar upacara di bawah air laut di kedalaman 17 meter. Lokasi yang dipilih adalah perairan sekitar pulau Birah-Birahan yang sebagian terumbu karangnya rusak akibat bom ikan para nelayan. Meski harus melawan arus bawah air upacara bendera ini berjalan lancar. Para peserta tetap memberikan hormat bendera meski dengan tetap berupaya menjaga keseimbangan.


9. Video Banjir Pangkalpinang 9 Februari 2016

  • Duration: 272
  • Channel: news
Video Banjir Pangkalpinang 9 Februari 2016

Seorang sahabat yang tak menyangka kota kelahirannya mengalami bencana, mengabadikan peristiwa kelam kota Pangkalpinang terbenam banjir. Rentetan rangkaian frame gambar bergerak yang diambil dari udara itu merekam detik-detik banjir menerjang kota yang sedari kecil ditinggalinya. Kota yang menyimpan berjuta cerita. Teman yang tak menduga hingga dikarunia anak tiga ini tak pernah merasakan banjir besar didepan mata. Cerita Eed Greeng menelusuri jejak banjir yang melanda kotanya dari wilayah Jembatan 12 terus menuju Pintu air, melewati jalan A. Yani menuju jalan Kapten Munzir hingga ke Pelipur ini rasa sudah cukup mewakili betapa hebat Musibah Banjir yang melanda pulau Bangka. Provinsi Bangka Belitung menoreh sejarah baru dengan adanya musibah banjir yang datang di awal tahun 2016 ini. Banyak orang bilang Banjir Pangkalpinang adalah banjir terparah yang pernah terjadi. Tak berhenti di Pangkalpinang yang memakan 6 dari 7 kecamatan, luapan air tinggi itu meluas melewati beberapa pelosok daerah pulau Bangka. Kabupaten Bangka Barat, debit air berkisar 40-50 cm, kawasan desa merawang dan desa nelayan dua, Kabupaten Bangka Induk ketinggian air mencapai 30-40 cm. Dampak banjir paling terasa di Kabupaten Bangka Tengah. Debit ketinggian air mencapai 1 meter lebih dan menerjang total seluruh wilayah Bateng. Total keseluruhan desa wilayah Bangka Tengah terendam banjir. Sekelumit kisah bertutur dari video ini, membekas di nadi para korban. membentuk sejarah baru sosok bencana dan menyimpan pelajaran sarat makna. Sadarkah anda jika mulut anda terbuka melihat rekaman banjir ini? Apa yang membuat mulut anda menganga? Apakah anda yang tidak merasakan derita mereka masih bisa tertawa?


10. Lebih dari 20 Jam Kebakaran Kapal Nelayan di Pati Masih Belum Padam

  • Duration: 89
  • Channel: news
Lebih dari 20 Jam Kebakaran Kapal Nelayan di Pati Masih Belum Padam

Api yang melahap 14 kapal nelayan di kawasan Pulau Seprapat, Juwana, Pati, Jawa Tengah, masih menyala di beberapa titik, hingga siang ini.


11. 19 ABK Kapal Pencari Ikan di Sitaro Masih Dicari

  • Duration: 90
  • Channel: news
19 ABK Kapal Pencari Ikan di Sitaro Masih Dicari

Korban Kapal Motor Baku Sayang 3 dievakuasi dengan kapal milik nelayan. Evakuasi dilakukan pada Senin (21/08) pagi. Kapal pencari ikan ini tenggelam pada Sabtu (19/08). Kapal yang diawaki 25 orang bertolak dari Pelabuhan Perikanan Aertembaga dengan tujuan menangkap ikan di perairan Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Dalam perjalanan, kapal tenggelam karena dihantam angin dan gelombang setinggi empat meter. Kapal ini tenggelam di perairan antara Pulau Pasige dan Tagulandang, Sulawesi Utara.   Seorang ABK ditemukan terombang ambing dan diselamatkan polisi perairan. Sementara 10 awak kapal yang lain diselamatkan oleh kapal tanker pengangkut BBM.


12. Ribuan hiu mati ditemukan dalam kapal nelayan Cina ilegal - TomoNews

  • Duration: 134
  • Channel: news
Ribuan hiu mati ditemukan dalam kapal nelayan Cina ilegal - TomoNews

PERAHU NELAYAN CINA TERTANGKAP MENIMBUN SEJUMLAH BESAR TANGKAPAN HIU ILEGAL Ribuan hiu ditemukan di dalam perahu nelayan ilegal. Ini adalah suaka laut terbesar kedua di dunia dan melindungi salah satu ekosistem laut paling luar biasa dan beragam di planet ini. Tapi tampaknya bahkan perairan Galapagos Marine Reserve yang dilindungi tetap tidak aman dari permintaan Cina untuk sirip ikan hiu. Bukti mengejutkan telah muncul pada minggu ini, sekali lagi menggarisbawahi ancaman eksistensial dari makhluk menakjubkan ini. Dan semuanya hanya karena orang-orang ingin menggunakan sirip mereka untuk membuat sup. Foto-foto yang dirilis oleh taman nasional di Ekuador Galapagos menunjukkan ribuan hiu ditemukan dalam perahu nelayan Cina yang ilegal. Hiu scalloped Hammerheads yang terancam punah dan hiu silky telah diidentifikasi di antara tumpukan hiu ini. Kapal dilaporkan membawa 300 ton ikan. Kapal sepanjang 300-kaki dihadang oleh penjaga pantai Ekuador minggu lalu, sekitar 40 mil timur laut dari pulau San Cristobal. 20 orang Awaknya telah ditahan dan pemerintah sekarang berusaha untuk mendokumentasikan muatan. Bagian dari Taman Nasional Galapagos ini adalah sebuah situs Warisan Dunia UNESCO dan memiliki lebih banyak hiu daripada tempat lain di bumi ini. Hanya menyeberang ke perairan tanpa izin adalah ilegal, apalagi memburu hiu. Jadi seperti yang Anda lihat dari peta... Di sini, di lepas pantai Ekuador, adalah Kepulauan Galapagos. Dan di sini, sekitar 10.000 mil jauhnya, adalah Cina. Perjalanan Memancing yang cukup jauh, ya kan? Meskipun sangat penting, Taman Nasional Galapagos kekurangan dana untuk melindungi ekosistem ini. Pemerintah Ekuador mengatakan bahwa mereka memiliki kebijakan toleransi nol untuk perdagangan satwa liar ilegal. Namun, Cina merupakan kreditor terbesar Ekuador dan menyediakan sekitar 60 persen dana pemerintah. Para pengecam mengatakan, di masa lalu pemerintah Ekuador terlalu ‘lembek’ kepada Cina atas perlindungan kayu dan sumber daya lainnya dari hutan Amazon. Jadi masih harus dilihat apakah kru penangkapan ikan ilegal ini akan mendapatkan tiga tahun penjara yang dituntut oleh para pelestari lingkungan.


13. Antisipasi Teroris, Polisi Lakukan Penyisiran Pantai

  • Duration: 43
  • Channel: news
Antisipasi Teroris, Polisi Lakukan Penyisiran Pantai

Satuan Polairud Polres Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (8/7) pagi melakukan penyisiran di seluruh wilayah pantai kota bitung, guna mengantisipasi masuknya teroris Marawi Filipina di Sulawesi Utara. Selain itu pemeriksaan perahu nelayan serta permukiman warga juga dilakukan di sepanjang pasisir pantai. Penyisiran dilakukan dari wilayah pantai bagian barat Kota Bitung yakni di Kelurahan Tanjung Merah Kecamatan Matuari, hingga wilayah pantai bagian timur di Kelurahan Batuputi Kecamatan Danowudu serta wilayah pantai pulau lembeh. Tindakan ini sebagai langkah antisipasi masuknya terorisme di Sulawesi Utara melalui Kota Bitung, pasca konflik antara pemerintah Filipina dan paham radikal ISIS di Marawi Filipina Selatan. Selain melakukan penyisiran, satuan polairud juga telah memberikan sosialisasi terhadap warga pasisir, terkait paham radikal.


14. Berenang dengan Hiu Paus di Kepulauan Derawan

  • Duration: 185
  • Channel: news
Berenang dengan Hiu Paus di Kepulauan Derawan

Bila sudah menginjak dermaga panjang ini, Anda sudah bisa dipastikan berada di Pulau Kakaban. Di sini, terdapat danau air laut atau laguna ini telah ditetapkan sebagai warisan dunia yang ditetapkan UNESCO pada tahun 2004. Berenang di sini juga akan ditemani oleh berbagai hewan laut. Selain bisa menyaksikan keindahan karang dan rumput laut, salah satu yang jadi favorit berenang bersama hiu paus. Ikan hiu paus, termasuk hewan yang sulit ditemui. Namun di Perairan Talisayan, ikan ini sering mendatangi bagan apung milik nelayan sekitar. Nelayan cukup mengalihkan ikan hiu paus dengan percikan air saat ikan muncul, kemudian nelayan melempar makanan.


15. PTUN Cabut Izin Reklamasi 3 Pulau di Teluk Jakarta

  • Duration: 65
  • Channel: news
PTUN Cabut Izin Reklamasi 3 Pulau di Teluk Jakarta

Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta membatalkan izin reklamasi. Dalam sidang yang berlangsung pada Kamis (16/3) kemarin, hakim memutuskan mengabulkan gugatan Kelompok Pembela Lingkungan Hidup, terhadap izin reklamasi Pulau K, yang diberikan pemerintah Provinsi Jakarta kepada PT- Pembangunan Jaya Ancol. Kemudian dalam sidang selanjutnya, majelis hakim juga mengabulkan seluruh gugatan nelayan atas reklamasi Pulau F yang dilakukan P-T- Jakarta Propertindo. Hakim mewajibkan tergugat untuk mencabut keputusan Gubernur DKI yang memberikan izin reklamasi Pulau K dan Pulau F. Hakim memerintahkan untuk tidak ada kegiatan apapun di proyek reklamasi, hingga putusan ini berkekuatan hukum tetap. Dalam sidang selanjutnya, hakim juga membatalkan izin reklamasi untuk Pulau I yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada PT Jaladri Kartika Ekapaksi. Sama seperti putusan atas Pulau K dan F, dalam putusan atas Pulau I, majelis hakim menyatakan proyek reklamasi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar terhadap ekosistem Teluk Jakarta.


16. Penyelam dengan luka gorok ditemukan tewas di lepas pantai Thailand - Tomonews

  • Duration: 84
  • Channel: news
Penyelam dengan luka gorok ditemukan tewas di lepas pantai Thailand - Tomonews

Download Aplikasi terfavorit kami di link berikut ini, sekarang juga! https://goo.gl/1pHjTA PENYELAM DITEMUKAN DENGAN LUKA GOROK PADA TENGGOROKAN DI LEPAS PANTAI THAILAND Penyelam Ditemukan tewas di lepas pantai Thailand Polisi di Thailand sedang menyelidiki kematian seorang pria tidak dikenal, kemungkinan warga negara Rusia, yang ditemukan pada hari Jumat dengan luka gorokan pada tenggorokannya di dekat resort Pattaya. pengemudi jet-ski menemukan tubuh yang terikat ke sebuah tiang beton dekat Samae beach di Pulau Koh Larn, Pattaya. Korban memakai perlengkapan penyelam. Polisi menemukan sebuah ransel yang terikat kepada korban yang berisi 1,500 baht. Polisi mengatakan laki-laki adalah seorang kulit putih, kira-kira setinggi 5 kaki 6 inci, dan berusia antara 45 hingga 50 tahun. Pada hari Sabtu, polisi penyelam menemukan snorkel, cutter, topi renang, kacamata Renang dan item lainnya di dasar laut dekat tiang beton. Polisi kemudian mempertanyakan nelayan dan istri. Pada hari Minggu, mereka juga berbicara dengan pemilik sebuah resor di pantai. Tidak satupun dari mereka mengenali korban. Namun, pemilik toko peralatan menyelam mengatakan kepada polisi bahwa korban tampak seperti salah satu kliennya. Polisi sedang memeriksa rekaman CCTV dari pantai Samae dan mencari orang-orang di Koh Larn dan daratan Pattaya yang mungkin dapat memberikan petunjuk. Polisi mengatakan pada hari Kamis bahwa saksi mendengar korban berbicara Rusia. Tubuh telah dipindahkan ke Bangkok untuk sebuah otopsi.


17. Meski Berbahaya, Warga Tetap Padati Lokasi Kebakaran Kapal di Pati

  • Duration: 104
  • Channel: news
Meski Berbahaya, Warga Tetap Padati Lokasi Kebakaran Kapal di Pati

Api yang melahap 14 kapal nelayan di kawasan Pulau Seprapat, Juwana, Pati, Jawa Tengah, masih menyala di beberapa titik, hingga siang ini.  


18. Kota Unik di Atas Laut Natuna

  • Duration: 69
  • Channel: news
Kota Unik di Atas Laut Natuna

Kecamatan ini terdiri dari pulau-pulau kecil yang berada persis di belahan barat Pulau Bunguran besar (Natuna). Selain terkenal dengan keindahan kotanya yang berada di atas permukaan laut (Kota Terapung), warga Sedanau berprofesi sebagai nelayan yang cenderung untuk pergi memancing dan memanen sumber daya alam laut seperti budidaya ikan Napoleon serta ikan Kerapu. Perkampungan terapung lainnya juga terdapat di pulau Bunguran Besar di kota Ranai yaitu kampung Penagi yang dulunya merupakan pusat ekonomi masyarakat di Kabupaten Natuna.


19. Warga Kini Rasakan Manfaat Budidaya Ikan Kerapu

  • Duration: 274
  • Channel: news
Warga Kini Rasakan Manfaat Budidaya Ikan Kerapu

Nelayan maupun warga Pulau Seribu memanfaatkan program budidaya ikan kerapu yang difasilitasi oleh Pemprov DKI secara baik. Saat ini permintaan pasar ikan kerapu terus meningkat. Kini warga yang dahulunya merupakan nelayan dengan penghasilan tidak pasti kini merasakan manis dari program keramba budidaya ikan kerapu.


20. Ifdal Kasim: Reklamasi Dikehendaki Sejak Zaman Bung Karno

  • Duration: 728
  • Channel: news
Ifdal Kasim: Reklamasi Dikehendaki Sejak Zaman Bung Karno

Presiden Jokowi membantah mengeluarkan izin reklamasi. Presiden juga menyatakan, saat menjabat gubernur, dirinya tidak pernah mengeluarkan izin reklamasi. Staf Ahli di Kantor Staf Presiden (KSP) Ifdal Kasim membenarkan pernyataan presiden ini. Menurut Ifdal, reklamasi sudah diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang reklamasi. Dalam Keppres yang ditandatangani oleh Soeharto, diatur mengenai reklamasi di Teluk Jakarta. Ifdal melanjutkan, sebagai implementasi dari Keppres, Sutiyoso lalu menerbitkan peraturan gubernur mengenai tata cara pelaksanaan reklamasi. Sementara, di masa Jokowi - Ahok, juga tidak dikeluarkan izin reklamasi, tetapi tata cara pengeluaran izin reklamasi. Jika ditarik ke belakang, menurut Ifdal, reklamasi Teluk Jakarta sudah direncanakan bahkan sejak era Presiden Soekarno. Kala itu, ide reklamasi bertujuan untuk membentengi laut dan pesisir di Teluk Jakarta. Barulah dalam perkembangannya, ada polemik, karena kehidupan pesisir menjadi lumpuh karena reklamasi. Ketua DPW KNTI Jakarta Muhammad Taher menyatakan, nafkah nelayan tradisional praktis nihil karena pengurukan tanah di Pulau C dan D di Teluk Jakarta.